Don't be serious


Don’t be serious!

            Menghadapi hidup itu jangan terlalu serius, kata-kata itu yang jadi obat penenang ketika pikiranku mulai gundah gulana. Suatu saat ketika saya dan teman-teman sedang mengerjakan tugas kuliah, kami mengalami kesulitan dalam menganalisis masalah untuk penyusunan makalah. Waktu itu karena pikiranku sudah sangat buntu akhirnya saya bilang kepada teman-teman saya:
“Terus gimana nih kalo kita gak dapat sumber yang relevan dengan judul makalah kita??”
“Udahlah yass,,, jangan terlalu ngoyo, tugas ini bukan segalanya kok. Gak menjamin kita bisa sukses di masa depan. Yang penting toh shalat yas,, itu yang jamin hidup kita”
Mendengar nasehat teman saya itu, aku jadi temenum sebentar. Dalam pikirku “Iya ya,, kenapa mesti pusing-pusing untuk mekiran satu hal yang dah buntu diotak kita. Kalo emang udah mentok mau diapain lagi?”
Suatu ketika aku juga pernah mendangarkan Stement Ahmad Dhani, dia bilang bahwa
“Menghadapi hidup itu jangan telalu serius, semakin kita serius menghadapi hidup ini, maka rasa takut justru 
muncul dan berakibat kita bisa kehilangan impian kita karena ketakutan tersebut."
            Dari beberapa kejadian itu aku menyimpulkan bahwa hidup itu tidak perlu terlalu dipikirkan, yang penting itu dijalani. Jangan terlalu khawatir mengenai apa yang akan kita hadapi di esok hari tapi yang penting itu hidup di hari ini. Kadang ada saatnya kita menikmati lika-liku kehidupan dengan pikiran yang tenang walaupun kuta ada dalam kondisi terhimpit. Memang benar kata pepatah, hari ini adalah kenyataan, kemaren adalah sejarah dan besok adalah misteri.
Yang penting buat aku sekarang itu menjalani tiap jengakal kehidupan, tiap detail prosesnya memang butuh perjuangan, tapi sekuat apapun kita berusaha hasil akhirnya ada pada Sang Kuasa. Aku bilang seperti ini bukan berarti bahwa hidup itu hanya pasarah aja, tapi aku ingin sedikit menberikan ketenangan untuk aku maupun orang-orang disekitarku. dalm hidup tidak hanya butuh kecerdasan dan skill tapi kita butuh mental yang kuat untuk melakoni panggung sandiwara dunia. Kita sendri yang menjadi peran akor dikehidupan kita, tapi skenarionya tetap Tuhan yang mengatur. Kita sebagai akor hanya bisa berusaha sekuat tenaga kita, kalaupun itu ada kegagalan tandanya usaha kita masih belum maksimal. Setiap orang punya jatah kegagalan yang harus dia habiskan sebelum meraih sukses yang kita inginkan.
            Suatu ketika, aku dan teman-teman sedang asik ngobrol di ormawa. waktu itu jam sudah menunjukan pukul 13.30. Salah seorang dari teman saya ternyata ada yang menunda melaksanakan shalat dhuhur. Kemudian salah satu temanku mencoba mengingatkan.
“Van, shalat dulu lah, shalat itu kewajibanmu lho..” kata Bang Roni
“Iya sebentar” Jawab Irvan
“Shalat dulu sana, shalat tuh kebutuhan lho. Masih butuh apa gak kamu?” Tanyaku kepada Irvan
“Loh kok kebutuhan? Wah berarti kamu shalat pasa lagi butuh aja ya??” Jawab Irvan
“Iyo lah,, tiap detik, menit, jam, hari aku butuh kok.. Butuh bernafas, buka mata, makan, minum.” sahutku
“Iyo yas,,, sip. Setuju aku” kata bang Roni
Mendengar kata itu agus hanya senyum-senyum saja,, dan mulai mematikan laptop yang dipaikai ngegame dari tadi. Ahirnya perlahan-lahan ia beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke luar untuk mencari air wudhu.
Dari sedikit coretanku ini, aku hanya ingin sedikit berbagi mengenai hal-hal kecil yang bisa jadi pencerahan untuk kita semua.. semoga bermanfaat...

                                                                                                                        Terima Kasih
                                                                                                                        Tyas

0 komentar:

Posting Komentar